-->
Motivasi Menulis

Perbaikan Beton

Cara Memperbaiki Beton pada Pelat, Kolom, dan Balok

Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah: Mengapa diperlukan perbaikan pada struktur beton? Jawabannya sederhana namun krusial: karena kinerja struktur beton tidak memenuhi spesifikasi yang telah dirancang. Istilah "gagal" memang terdengar menakutkan, namun konsekuensi dari ketidaksesuaian ini bisa berakibat fatal, membahayakan keselamatan penghuni gedung.


Indikasi Perlunya Perbaikan Beton

Perbaikan beton pada kolom, pelat, atau balok dilakukan jika terdapat kegagalan struktural. Namun perlu dicatat, tidak semua kerusakan dapat diperbaiki—tingkat kerusakan menjadi faktor penentu. Beberapa kondisi yang memerlukan perbaikan meliputi:

  • Kualitas beton tidak sesuai spesifikasi: Misalnya, kolom dirancang dengan mutu beton f'c 35 MPa, namun hasil uji 28 hari menunjukkan hanya 25 MPa. Dalam kasus ini, beton harus segera dirawat untuk mengembalikan kualitasnya.
  • Kerusakan akibat gempa bumi: Tidak semua bangunan dapat diperbaiki pasca-gempa. Evaluasi struktur menentukan apakah bangunan masih layak diperbaiki atau harus dibongkar.

Penyebab Mutu Beton Tidak Sesuai

Beberapa faktor umum penyebab mutu beton tidak sesuai rencana antara lain:

  • Kesalahan di Batching Plant: Kualitas pasir yang buruk, kandungan lumpur berlebih, atau penggunaan semen yang tidak standar.
  • Kesalahan saat transmisi: Pengecoran sering kali ditambahkan air berlebihan untuk meningkatkan workability, namun ini justru menurunkan kekuatan beton setelah mengeras.

Metode Perbaikan Struktur Beton

1. Perbaikan Kolom Beton

Kolom adalah elemen struktural utama. Kerusakan serius pada kolom bisa menyebabkan keruntuhan total bangunan. Oleh karena itu, konsep desain harus mengikuti prinsip Strong Column, Weak Beam.

Metode perbaikan kolom meliputi:

  • Retak tanpa kerusakan tulangan: Injeksi resin atau epoxy.
  • Beton terkelupas, tulangan utuh: Grouting dengan campuran beton berkualitas tinggi.
  • Retak disertai tekukan tulangan: Ganti tulangan yang rusak, tambahkan sengkang, kemudian lakukan grouting atau pengecoran ulang. Alternatif lain termasuk jacketing atau memperbesar dimensi kolom.

2. Perbaikan Balok Beton

Balok berfungsi menahan beban lentur dan geser. Perbaikan difokuskan pada peningkatan kekuatan lentur dan geser sesuai tingkat kerusakan:

  • Menambah dukungan atau mengurangi rentang balok.
  • Melapisi atau memperbesar ukuran balok dengan beton bertulang.
  • Menambahkan tulangan baja prategang.
  • Menggunakan pelat baja di area kegagalan tekukan.
  • Memasang Fiber Reinforced Plastic (FRP).

3. Perbaikan Pelat Beton

Pelat adalah elemen struktural yang langsung menerima beban hidup dan mati. Kerusakan pelat umumnya terjadi di bagian tepi.

Metode perbaikan pelat:

  • Retak ringan: Injeksi dengan resin.
  • Beton pecah namun tulangan utuh: Bersihkan dan kasar-kan permukaan, lalu lakukan grouting.
  • Kerusakan parah: Tambahkan ketebalan pelat di bagian bawah, gunakan konektor geser atau campuran khusus untuk memastikan ikatan yang kuat.

Penutup

Demikianlah metode perbaikan beton pada pelat, kolom, dan balok. Pemahaman yang baik tentang penyebab kerusakan dan teknik perbaikan yang tepat akan memastikan keselamatan dan umur panjang struktur. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan dalam praktik teknik sipil.

Pengertian Fondasi Raft atau Fondasi Rakit

Salam Civil Engineer !! Kali ini kita mau bahas tentang salah satu jenis pondasi dangkal yaitu 'Raft Foundation' atau lebih kita kenal dengan 'Pondasi Rakit'.

Fondasi rakit adalah salah satu jenis fondasi dangkal berbentuk seperti rakit yang terbuat dari plat beton bertulang. Fondasi rakit ini biasa menjadi pilihan apabila daya dukung tanah rendah atau kecil sehingga tidak memungkinkan membuat bangunan atau konstruksi yang besar diatasnya.


Biasanya apabila daya dukung tanah kecil maka para engineer akan beralih ke penggunaan pondasi dalam yang tentunya akan memakan biaya yang lebih besar. Namun sebenarnya pondasi rakit ini bisa menjadi alternatif pilihan apabila ingin membangun konstruksi besar dengan daya dukung tanah yang kecil. Penggunaan pondasi rakit lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya penggalian dan penulangan beton dibanding dengan penggunaan pondasi dalam. Selain itu dari segi Pelaksanaan, Pondasi rakit lebih praktis karena tidak memakan waktu yang lama dalam pekerjaannya dibandingkan pondasi dalam yang cenderung memakan waktu lebih lama untuk penggalian pondasi.

Pondasi Raft biasanya digunakan pada bangunan yang mempunyai basemen karena akan mengurangi resiko dari momen guling pada bangunan gedung bertingkat. Semakin tinggi suatu bangunan maka semakin besar momen guling yang terjadi sehingga untuk mengimbanginya didesain menggunakan lantai baseman atau pondasi dalam. Pondasi rakit ini juga bisa kita temui sebagai pondasi yang digunakan untuk menopang tangki - tangki besar perusahaan atau bangunan bertingkat hingga 10 lantai.

Langkah pengerjaan pondasi rakit juga terbilang mudah. Berikut adalah langkah - langkah pengerjaan pondasi rakit :

  1. Galian basemen sekaligus digunakan sebagai galian untuk pondasi rakit sehingga elevasi galian mengikuti elevasi yang telah ditentukan konsultan dengan nilai CBR min 50%. dari luas bangunan. Apabila nilai CBR tidak memenuhi maka perlu dilakukan perbaikan tanah.
  2. Membuat lantai kerja
  3. Membuat dan merakit pembesian sesuai dengan gambar kerja
  4. Membuat bekisting dengan pasangan batako, sebagai dinding baseman.
  5. Memasang pembesian dengan sistem plat dua arah
  6. Memasang pembesian untuk tulangan kolom dan dinding basemen
  7. Penyemprotan obat anti rayap
  8. Pengecekan pembesian sebelum pengecoran
  9. Pengecoran tiap - tiap bagian fondasi.
  10. Kelebihan pondasi rakit selain ekonomis dari segi biaya dan efektif dari segi waktu pelaksanaan. Pondasi rakit juga sangat aman dari segi teknis yaitu apabila terjadi penurunan tanah maka seluruh pondasi akan turun bersama-sama karena menjadi satu kesatuan maka meminimalisir kerusakan bangunan atau minim resiko untuk membahayakan bangunan diatasnya.
  11. Berbeda dengan pondasi dalam yang cenderung dibuat pertitik pondasi, apabila terjadi penurunan pondasi di salah satu titik fondasi, maka akan mempengaruhi stabilitas dari bangunan diatasnya yang tentunya apabila terjadi penyaluran beban yang tidak merata akan menyebabkan bangunan collapse dan hancur.
Namun Pondasi rakit juga bisa dikombinasikan dengan pondasi dalam apabila daya dukung tanah keras berada pada kedalaman yang jauh, tentunya pondasi ini akan sangat aman tapi perlu dipertimbangkan segi ekonomisnya juga ya.

sumber :http://jharwinata.blogspot.com/2019/03/pengertian-pondasi-raft-atau-fondasi.html

Pondasi Cakar Ayam

Nama Prof.Dr.Ir. Sedyatmo mungkin terdengar asing di telinga kita. Namun, taukah kamu kalau ternyata ia adalah salah satu orang yang berpengaruh di dunia pembangunan? Salah satu hasil pemikiran kecerdasannya sudah diakui dunia dari karya teknologi pemasangan pondasi yang kokoh di atas tanah labil. Gagasan ini banyak diterapkan di berbagai bangunan di seluruh dunia.

Prof.Dr.Ir. Sedyatmo adalah Putra kebanggaan Karanganyar, Jawa Tengah. Sejarah awal mula munculnya gagasan “Pondasi Ceker Ayam” ini adalah saat ia memegang tanggung jawab untuk membangun menara listrik bertegangan tinggi di daerah rawa-rawa di kawasan Yogyakarta dengan persoalan struktur tanah yang lembek dan tidak stabil. Hingga munculah gagasan mendirikan menara di atas pondasi plat beton dengan ditopang oleh pipa-pipa beton di bawahnya.

Pipa atau pelat beton ini kemudian bersatu dan mencekeram tanah yang lembek dengan sangat kuat sehingga menjadi pondasi dasar menara yang kokoh. Sejak saat itulah nama “Pondasi Cakar Ayam” muncul. Sekarang ini, metode ini diterapkan di beberapa daerah di tanah air, seperti pembangunan landasan pacu Bandara Internasional Soekarno Hatta dan ratusan bangunan lainnya di dunia.

Gagasan “Pondasi Cakar Ayam” hasil kerja keras Professor Sedyatmo tersebut juga mendapat pengakuan paten dari beberapa negara di dunia.

Sejarah pondasi cakar ayam

Kita bisa memulai pembahasan pondasi cakar ayam ini dari sejarahnya dulu. Pondasi yang satu ini merupakan sebuah metode pemikiran yang ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo pada tahun 1961. Beliau saat itu berkarier sebagai pejabat di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ketika itu, PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah berawa-rawa sekitar Ancol, Jakarta.


Dua menara berhasil didirikan dengan pondasi konvensional. Namun lima menara sisanya belum bisa dibangun. Semua menara tersebut nantinya akan menyalurkan listrik dari Tanjung Priok ke Gelanggang Olahraga Senayan. Di mana pada tahun 1962 diselenggarakan pesta olahraga Asian Games.

Ir. Soedijatmo paham bahwa sangat sulit mendirikan menara di atas tanah berawa seperti itu. Akhirnya, beliau mempunyai ide untuk mendirikan menara listriknya di atas pondasi cakar ayam yang terdiri atas plat beton. Di bawah plat beton tersebut masih ada pipa-pipa beton sebagai pendukungnya. Pipa dan plat beton tersebut secara kesatuan mencengkeram tanah berawa yang lembek dengan kuat.

Selanjutnya, lima menara listrik sisanya bisa didirikan secara tepat waktu dengan metode pondasi ide brilian Ir. Soedijatmo. Oleh beliau, pondasi itu diberi nama pondasi cakar ayam.

Pengertian pondasi cakar ayam

Setelah mengetahui sejarah penemuannya, bisa disimpulkan pengertian dari pondasi cakar ayam adalah salah satu metode rekayasa teknik dalam pembuatan pondasi bangunan.
Disebut pondasi cakar ayam karena bentuknya memang mirip seperti kaki hewan unggas tersebut, di mana di bagian bawah terdapat pipa-pipa beton yang menyerupai cakar alam. Fungsinya mencengkeram kuat tanah di bawahnya agar bangunan yang dibangun di atasnya benar-benar berdiri kokoh.

Pondasi cakar ayam sangat cocok dipakai di segala jenis atau macam tanah, baik yang bertanah lembek maupun keras. Oleh karena itu, pondasi tersebut banyak diaplikasikan untuk mendirikan gedung bertingkat.
Bukan hanya itu, pondasi cakar ayam jua diaplikasikan dalam pembangunan jalan layang, jembatan besar, hingga landasan. Tentu saja dengan struktur dan kekuatan yang berbeda, atau dengan kata lain besar kecilnya pondasi disesuaikan dengan tujuan pembangunannya.
Mengenal manfaat pondasi cakar ayam
Pondasi cakar ayam menjadi solusi mendirikan bangunan di atas tanah yang lembek. Pasalnya, tanah lembek seperti itu menyulitkan pembangunan dengan pondasi konvensional. Lagipula, tanah lembek yang berair sangat mungkin mudah ambles dan bergerak, sehingga tidak direkomendasikan mendirikan bangunan di atasnya.
Penemuan sistem pondasi cakar ayam oleh Ir. Soedijatmo telah memecahkan masalah tersebut. Sebuah sistem pondasi yang mampu mencengkeram tanah di bawahnya lebih kuat.
Bayangkan, kalau tanah lembek saja bisa dicengkeram sangat kuat oleh pondasi cakar ayam ini, bagaimana dengan tanah kering dan padat? Sudah pasti kekuatan pondasinya lebih kuat dan kokoh lagi!

Keuntungan lain dari pemakaian pondasi cakar ayam yaitu tidak membutuhkan sistem drainase. Jadi, seluruh isi pondasinya benar-benar berisi beton padat yang kuat. Tak ada celah atau ruangan untuk drainase seperti yang ada pada pondasi konvensional. Begitu juga untuk sambungan kembang susut yang biasanya ada di sistem konvensional.

Kekurangan pondasi cakar ayam
Meskipun sudah terkenal sebagai pondasi yang kuat dan kokoh. Tetap saja pondasi cakar ayam ada kekurangannya. Kamu yang mungkin dalam waktu dekat ini mau membangun rumah dengan sistem pondasi pondasi cakar ayam ini, tidak ada salahnya mengetahui informasinya. Dengan begitu, kamu bisa memilih dan mempertimbangkan sendiri mau memilih pondasi cakar ayam atau konvensional saja.

Biaya pembuatan pondasi cakar ayam lebih mahal dibanding yang konvensional. Hal itu dikarenakan peralatan dan tindakan dalam proses pembuatannya cukup banyak dan rumit.

Selain itu, bahan-bahan material yang dibutuhkan untuk proses betonisasi pondasi jauh lebih banyak. Oleh karena itu, jangan heran jika harus merogoh kocek lebih dalam saat ingin mengaplikasikan pondasi cakar ayam di lapangan.

Kekurangan pondasi cakar ayam yang lain, yaitu hanya bisa diaplikasikan dalam mendirikan bangunan besar dan bertingkat. Pasalnya, bangunan-bangunan yang tinggi dan besar juga membutuhkan pondasi lebih kuat serta kokoh. Sangat tepat memilih pondasi cakar ayam agar bangunan di atasnya tidak mudah roboh.

Sementara itu, bangunan-bangunan kecil dan berlantai satu kurang cocok dengan sistem pondasi cakar ayam. Bukan hanya karena karakteristik bangunannya saja, tetapi juga biaya pembuatan serta pemasangan pondasinya. Kamu yang ber-budget pas-pasan juga perlu berpikir berulang kali saat ingin memakai pondasi cakar ayam.

Jenis-Jenis Pondasi



1. Pondasi Batu Kali

pondasi batu kali
Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).

Kelebihan :
Pelaksanaan pondasi mudah
Waktu pengerjaan pondasi cepat
Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)
Kekurangan :
Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.

2. Pondasi Tapak (Foot Plate)

pondasi tapak
Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)
Kelebihan :
Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya
Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripada pondasi batu belah.
Kekurangan :
Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.

3. Pondasi Pelat Beton Lajur

Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakan pondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasi batu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.
Kelebihan :
Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya.
Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom strukturnya.
Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan dan lain-lain
Kekurangan :
Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.

4. Pondasi Sumuran

pondasi sumuran
Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Disebut pondasi sumuran karena pondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter 60 - 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter.
Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof. Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.
Kelebihan :
Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.
Tidak diperlukan alat berat.
Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.
Kekurangan :
Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)
Pemakaian bahan boros.
Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan).
Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

5. Pondasi Strauss Pile atau Bored Pile
6. Pondasi Tiang Pancang
Penurunan Pondasi Dangkal

Penurunan Pondasi Dangkal

Penurunan Pondasi Dangkal


BEBAN YANG ADA DIATAS TANAH Seperti  timbunan (pondasi menerus), bangunan gedung, jembatan (pondasi telapak) dan lain lain menyebabkan terjadi penurunan tanah. Penurunan disebabkan oleh :
  1. Deformasi partikel tanah
  2. Relokasi partikel tanah
  3. Keluarnya air dari rongga pori, dan karena hal lain.
Umumnya penurunan tanah dikatagorikan menjadi 2 yaitu :
  1. Penurunan elastik (Elastic Settlement ).
  2. Penurunan Consolidasi Consolidation settlement)

Back To Top